LAYANAN KONSULTASI GRATIS

Layanan Konsultasi Gratis Perencanaan Keuangan, hubungi : RINI : 081703089888 / SIGIT : 087752995679
Juga melayani pengajuan Tabungan Bergaransi / polis asuransi yang terkait investasi ( kesehatan pribadi maupun karyawan, sakit kritis, kecelakaan, pendidikan, garansi setoran asuransi,garansi setoran investasi, garansi income, dll semuanya berbonus santunan duka) & Asuransi Murni & Penjaminan Resiko (kesehatan pribadi maupun karyawan, kecelakaan, kendaraan all risk maupun TLO, property all risk maupun TLO, ekspedisi, penjaminan proyek, bank garansi, dll)
.

Senin, 07 April 2014

Koordinasi Manfaat Asuransi Kesehatan


BPJS KESEHATAN: Rancangan CoB Disepakati

BISNIS.COM | Rabu, 02 April 2014, 11:36 WIB | Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA--- Rancangan (template) kerjasama koordinasi manfaat (coordination of benefit/CoB) antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan industri asuransi jiwa serta industri asuransi umum akhirnya disepakati.
Manajemen BPJS Kesehatan menandatangani kesepakatan dengan pihak Asosiasi Asuransi Umum Indonesia dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan Firdaus Djaelani di kantor BPJS Kesehatan, Rabu (2/4/2014).
Sebagai gambaran, CoB adalah suatu proses di mana dua atau lebih penanggung melakukan pertanggungan orang yang sama untuk manfaat asuransi yang sama.
Dalam prakteknya, peserta BPJS Kesehatan yang menginginkan pelayanan kesehatan tambahan dapat menggunakan jasa asuransi swasta. Sebagai contoh, pelayanan rawat inap di rumah sakit. BPJS Kesehatan hanya menanggung pelayanan rawat inap paling tinggi sampai kelas I.
Apabila peserta menginginkan pelayanan rawat inap di kelas yang lebih tinggi, seperti kelas VIP, dapat menggunakan jasa asuransi swasta yang disediakan oleh perusahaan asuransi umum atau perusahaan asuransi jiwa.
Template yang disepakati antara BPJS Kesehatan dan asuransi swasta tersebut bakal menjadi acuan di antara kedua belah pihak dalam melakukan koordinasi. Template tersebut berisi gambaran secara umum mengenai koordinasi manfaat antara asuransi sosial dan asuransi swasta.
Editor : Ismail Fahmi

Artikel Asli klik disini

Layanan Gratis Konsultasi Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan, hubungi :
RINI : 081703089888
SIGIT : 087752995679
Juga melayani pengajuan Tabungan Bergaransi / polis asuransi yang terkait investasi  ( kesehatan pribadi maupun karyawan, sakit kritis, kecelakaan, pendidikan, garansi setoran asuransi,garansi setoran investasi, garansi income, dll semuanya berbonus santunan duka) & Asuransi Murni / Penjaminan Resiko (kesehatan pribadi maupun karyawan, kecelakaan, kendaraan all risk maupun TLO, property all risk maupun TLO, ekspedisi, penjaminan proyek, bank garansi, dll)

Minggu, 06 April 2014

Pentingnya Asuransi pendidikan

Jaminan Ketersediaan Dana Pendidikan Anak

Pentingnya Asuransi pendidikan Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Sesuai fungsinya, asuransi pendidikan adalah untuk proteksi. Pemilik asuransi adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan. 

Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu dana asuransi  akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi.  Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu. 

Kapan asuransi ini Anda mulai? Sebaiknya sejak usia anak dini. Anda dapat memulai program asuransi ini sejak anak berusia 0 tahun karena premi yang dibayarkan bisa lebih murah ketimbang kalau Anda mengikuti asuransi saat anak sudah lebih besar, premi yang harus dibayarkan akan lebih tinggi. Usia anak dengan batas maksimal 12 tahun dan usia orang tua juga menjadi faktor penentu besarnya premi. 

Anda kemudian tinggal menghubungi pihak asuransi. Lalu, berdasarkan rencana Anda, pihak asuransi akan menghitung berapa dana yang diperlukan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dari situ, bisa disimpulkan berapa besar premi yang harus dibayarkan setiap bulan. Pihak asuransi juga akan menghitung dana yang terkumpul dengan premi yang sudah ditentukan.

Artikel Asli klik disini

Layanan Gratis Konsultasi Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan, hubungi :
RINI : 081703089888
SIGIT : 087752995679
Juga melayani pengajuan Tabungan Bergaransi / polis asuransi yang terkait investasi  ( kesehatan pribadi maupun karyawan, sakit kritis, kecelakaan, garansi setoran asuransi,garansi setoran investasi, garansi income, dll semuanya berbonus santunan duka) & Asuransi Murni / Penjaminan Resiko (kesehatan pribadi maupun karyawan, kecelakaan, kendaraan all risk maupun TLO, property all risk maupun TLO, ekspedisi, penjaminan proyek, bank garansi, dll)

Pahami Persiapan Pensiun Agar Tidak Menyesal


Pahami Persiapan Pensiun Agar Tidak Menyesal
Image by : Istimewa
Sudah merupakan kodrat manusia bahwa usia kelak menjadi penghalang Anda untuk bekerja, terutama bila bekerja sebagai karyawan di suatu institusi. Ada institusi yang menetapkan 55 tahun sebagai usia pensiun, ada pula yang 65 tahun, atau malah 50 tahun, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. 

Walau berbeda-beda, tetapi ada satu hal yang sama: Pensiun adalah perkara yang sangat rumit, terutama bagi pelaku pensiun. Bagaimana tidak? Anda yang selama bertahun-tahun memiliki jabatan dan penghasilan tetap, punya target-target yang harus dipenuhi, serta kreativitas dan sikap untuk mengarungi samudra kompetisi kerja, tiba-tiba semua itu hilang. Sebetulnya tidak datang tiba-tiba juga, sih, tetapi tetap saja, bagi banyak pensiunan, masa pensiun mereka anggap datang terlalu cepat.

“Persiapan” adalah kata yang sangat kuat terkait dengan pensiun. Tanpa persiapan, Anda dapat merasa sengsara saat menjalani masa pensiun. Sengsara di sini bukan hanya berarti secara materi karena tidak cukup, tetapi juga melingkupi secara mental. Yaitu, tidak memiliki persiapan secara mental untuk dapat mengarungi kehidupan di masa pensiun. Akibatnya, post power syndrome atau sindroma pasca kekuasaan, di mana seseorang merasa kehilangan kekuasaan akibat kehilangan jabatan saat pensiun, melanda. 

Namun kata “persiapan” juga bisa menjadi sesuatu yang menjebak. Artinya, saat Anda sudah merasa yakin dengan persiapan yang Anda lakukan, pada kenyataan, persiapan itu ternyata tidak mencukupi kebutuhan Anda dan keluarga semasa pensiun. 

Salah satu persiapan yang dapat menjebak Anda adalah fasilitas pensiun dari kantor tempat Anda bekerja. Mengapa? Karena pada banyak kasus, uang pensiun yang diterima tidak cukup besar untuk menunjang gaya hidup semasa masih bekerja. Padahal, selama bekerja, Anda – seperti juga jutaan orang – merasa yakin bahwa pensiun yang diterima dari kantor bakal mencukupi. 

Itu sebabnya Anda perlu merencanakan persiapan pensiun di luar yang sudah disediakan oleh kantor. Cara paling mendasar adalah dengan menabung, baik di tabungan ataupun deposito. Kekurangannya, nilai uang Anda akan tergerus inflasi. Asuransi juga merupakan salah satu persiapan yang baik, terutama dalam hal proteksi atas berbagai hal yang tidak diinginkan. 

Selain tabungan dan asuransi, investasi juga patut Anda pertimbangkan sebagai pesiapan menuju pensiun. Dengan investasi, Anda bisa “menggantikan” nilai tabungan dan deposito yang turun akibat inflasi. (Antono Purnomo)

Artikel Asli klik disini

Layanan Gratis Konsultasi Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan, hubungi :
RINI : 081703089888
SIGIT : 087752995679
Juga melayani pengajuan Tabungan Bergaransi / polis asuransi yang terkait investasi  ( kesehatan pribadi maupun karyawan, sakit kritis, kecelakaan, garansi setoran asuransi,garansi setoran investasi, garansi income, dll semuanya berbonus santunan duka) & Asuransi Murni / Penjaminan Resiko (kesehatan pribadi maupun karyawan, kecelakaan, kendaraan all risk maupun TLO, property all risk maupun TLO, ekspedisi, penjaminan proyek, bank garansi, dll)

Pantang takut sakit dan mati!

Pantang takut sakit dan mati!

Pantang takut sakit dan mati!

Memulai Rencana Keuangan

Inilah Tahap-tahap Merencanakan Keuangan Keluarga

Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga


Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Masalah keuangan adalah hal yang umum dialamikeluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
1.    Pahami portfolio keuangan keluargaAnda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
2.    Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3.    Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
4.    Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5.    Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
6.    Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
7.    Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
8.    Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!

Artikel asli klik disini

Layanan Gratis Konsultasi Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan, hubungi :
RINI : 081703089888
SIGIT : 087752995679
Juga melayani pengajuan Tabungan Bergaransi / polis asuransi yang terkait investasi  ( kesehatan pribadi maupun karyawan, sakit kritis, kecelakaan, garansi setoran asuransi,garansi setoran investasi, garansi income, dll semuanya berbonus santunan duka) & Asuransi Murni / Penjaminan Resiko (kesehatan pribadi maupun karyawan, kecelakaan, kendaraan all risk maupun TLO, property all risk maupun TLO, ekspedisi, penjaminan proyek, bank garansi, dll)